Advertisement
Anggota: 397
Berita: 34
Pranala: 23
Pengunjung: 425021
WASPADAI VIRUS (PENGIKISAN HUKUM ADAT DAYAK ) PDF Cetak E-mail
Selasa, 10 Juni 2008
 

Berita diberhentikan secara tetap Todung Mulya Lubis dari keadvokatannya oleh Majelis Kehormatan Daerah Perhimpunan Advokat Indonesia ( Peradi ) DKI Jakarta,  mengejutkan banyak pihak. Bagaimana mungkin seorang superstar,  advokat senior Indonesia telah tersungkur jatuh hanya karena lebih mementingkan materi dalam menjalankan profesinya. Hal ini terjadi akibat benturan kepentingan. Ia mendua, berdiri di dua dunia. 

Lalu apa bedanya dengan Utus Itah yang dengan lantang berteriak membela dan mempertahankan keberadaan hak adat sukunya kemudian mencoba menyuap atau membagi-bagikan uang sorok kepada warga sukunya sendiri?. Adakah niat melenyapkan tradisi turun temurun suku bangsanya terhadap kharisma hukum adat mereka ?.

Bagi suku Dayak membuka tangan lebar-lebar menerima suap atau uang sorok adalah perbuatan keji yang tidak terampuni, terlebih bagi mereka yang mencoba menyuap atau memberikan sejumlah uang demi tercapainya maksud tertentu.

Dimasa lalu, wibawa hukum adat Dayak luar biasa. Segala keputusan yang telah diputuskan dalam kerapatan adat diterima oleh warganya dengan tulus dan hati lapang. Hal ini disebabkan karena adanya keyakinan bahwa ketidakadilan bagi mereka yang berwewenang memutuskan perkara merupakan kesalahan fatal dengan sanksi berat karena kelak apabila mereka meninggal dunia akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Arwah mereka akan dimasukan dalam lubang-lubang gua yang kecil untuk selama-lamanya. 

Itulah sebabnya apabila perselisihan terjadi, baik perkara besar ataupun kecil, setelah diselesaikan dengan hukum adat maka perkara tersebut dianggap selesai dan terhapus dari muka bumi.  

Dengan demikian suap atau uang sorok atau yang sekarang dikenal dengan politik uang khususnya dimasa Pilkada adalah virus yang menghancurkan  wibawa dan kharisma hukum adat Dayak.  

Berpijak didua dunia, berteriak mempertahankan keberadaan hukum adat sambil membagi-bagikan suap atau uang sorok kepada masyarakat suku Dayak adalah perbuatan keji yang seharusnya dilenyapkan dari Bumi Tambun Bungai. Sadarkah anak eson Tambun Bungai bahwa sesungguhnya proses pengikisan hukum adat pelan tapi pasti telah terjadi ?. 

Globalisasi dan banjir modernisasi datang menghantam. Masih mampukah kita bertahan dengan jati diri sebagai Utus Dayak, anak eson Tambun Bungai je mamut menteng tanpa menggenggam jati diri sejati sebagai seorang Dayak?.  Bertepatan dengan peringatan 51 tahun berdirinya  propinsi Kalimantan Tengah, ayo Anak Eson Tambun Bungai, hayak itah bagandeng lenge mahaga petak danom itah.

Selamat Ulang Tahun kampung halaman tercinta. 

Yogyakarta, 21 Mei 2008

Nila Riwut. 

 


   

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

Display 1 of 1 comments

berkata

By: manusiabiasa () on 14-10-2008 05:21

berkata

By: manusiabiasa on 14-10-2008 05:21

pas banget neh beritanya. sudah seharusnya anak muda memperhatikan budaya nya kalo bukan kita2 yang muda siapa lagi. sperti kata anda pelahan tapi pasti! tapi ini nyata

 

» Reply to this comment...

Display 1 of 1 comments



Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
1KE         9NP      
S X    N      F   RMK
F5E   4R6     L      
  5    T      D   Y1X
LSK           P      
   
   



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya

Pesan untuk Kita

Maju tarus himbing lenge mamangun petak danum itah!

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Koneksi Kalteng.net

Blue Betang
Rumah Kerudung ASSALAM

Ngomong dong, ngomong...

Pesan terakhir:: 3 hari, 12 jam lalu
  • tank : zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz :D
  • tank : oh ulu huma..kueh ketun tuh..benyem ampi..!
  • marthin nob : yang blasteran kapuas boleh gabung kan :)
  • setdamura : Informasi Murung Raya
  • iyung72 : saya perlu informasi tentang dayak culture including spiritual religion just ceriousely
  • Elanghitam_ : bagaimana cara mengirim foto?
  • andreo : halo salam buat anak-anak kalteng.saya darikalimantan barat,
  • rini setiya : Maju terus KALTENG... Tingkatkan trus SDM kita...
  • ajun : selamat hasupa kawan pahari samandiai,akutuh anggota harun,handak kenalan umba pahari samandiai
  • ajun : selamat hasupa kawan pahari samandiai,akutuh anggota harun,handak kenalan umba pahari samandiai

Anda harus login sebelum mengirim pesan di shoutbox!

Login Dulu...






Kata Sandi hilang?