Advertisement
Anggota: 397
Berita: 34
Pranala: 23
Pengunjung: 424189
AF Nahan, Pelestari Cerita Rakyat Kalteng PDF Cetak E-mail
Sabtu, 29 Maret 2008
 

Abdul Fatah Nahan, salah satu tokoh masyarakat Kalimantan Tengah dimuat di Surat Kabar Nasional KOMPAS.

AF Nahan, Pelestari Cerita Rakyat Kalteng

KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO / Kompas Images
Selasa, 25 Maret 2008 | 01:26 WIB

Image 

Di toko buku mudah dijumpai berbagai judul cerita rakyat dari Jawa, seperti Bawang Merah dan Bawang Putih, Asal Mula Kota Banyuwangi, dan Sangkuriang. Namun, coba cari buku cerita rakyat Kalimantan Tengah, sulit ditemukan. Gejala ini mengusik Abdul Fattah Nahan, penulis cerita rakyat Kalteng.

Langkanya buku cerita rakyat Kalteng bukan karena provinsi seluas hampir satu setengah kali Pulau Jawa ini tidak mempunyai cerita rakyat. Justru sebaliknya, Kalteng kaya dengan khazanah cerita rakyat.

Persoalannya, cerita rakyat Kalteng lazimnya diwariskan turun-temurun secara lisan, berwujud folklor dan belum dibukukan. Cerita rakyat itu tersimpan dan tersebar dari generasi ke generasi melalui penuturan lisan, tak terdokumentasikan dalam bentuk tulisan meski pendokumentasian tertulis diyakini lebih aman dibandingkan dengan lewat penuturan lisan yang dibatasi kekuatan ingatan.

Obsesi untuk melestarikan folklor Kalteng agar tidak punahlah yang kemudian menggerakkan jemari AF Nahan, demikian namanya disingkat, untuk mendokumentasikan cerita rakyat Dayak di jantung Kalimantan ini.

Pria yang dari kakek-neneknya mengalir darah berbagai suku bangsa, yakni Mindanao, Ot Danum, Ma’anyan, China, Siang, Bakumpai, dan Banjar ini, lalu dikenal sebagai penulis cerita rakyat Kalteng yang paling produktif.

Buktinya, AF Nahan sudah menulis folklor lebih dari 300 judul dalam bahasa Indonesia, 60 judul dalam bahasa Dayak Ngaju, dan 20 judul dalam bahasa Dayak Ma’anyan. Tulisan folklor tersebut banyak yang dimuat dalam media cetak Kalteng Pos, Media Kalteng, Dayak Pos, Suara Kalteng, dan Palangka Pos.

”Cerita yang saya tulis ini belum seberapa dibanding banyaknya cerita rakyat di Kalteng,” kata AF Nahan yang ditemui di rumahnya, Jalan Melati Nomor 15, Kompleks Perumahan Chusus Palangkaraya, pekan lalu.

Toponimi

Penuturan AF Nahan ditinjau dengan menggunakan pendekatan toponimi, cabang ilmu yang menyelidiki nama tempat. Di Kalteng ada lebih dari 1.300 folklor yang mengisahkan asal mula desa. Angka 1.300-an ini mengacu pada jumlah desa di Kalteng.

Ini baru kisah mengenai asal mula desa, belum menyangkut legenda yang biasanya dipunyai masing-masing desa. Artinya, pernyataan AF Nahan bahwa Kalteng kaya dengan cerita rakyat memang memiliki landasan.

Apalagi AF Nahan mendasarkan tulisan cerita rakyatnya berangkat dari hasil pendokumentasian langsung di lapangan. Ini terkait dengan riwayat pekerjaannya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalteng (dulu Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional).

Tugas itu memberi dia kesempatan mengunjungi daerah- daerah di pelosok Kalteng. Kesempatan itu dia gunakan antara lain untuk mendata dan menyusun daftar inventaris benda cagar budaya atau situs se-Kalteng.

Di tiap daerah yang dikunjungi, dia mengumpulkan sebanyak mungkin data yang kelak menjadi bahan cerita rakyat. AF Nahan merasa beruntung bisa melakukan hal itu karena posisinya sebagai anggota staf khusus kepurbakalaan di kantor tersebut.

”Banyak sumber cerita rakyat yang saya tulis telah saya dengar dari tatum, sansana, tumetleot, dan karungut. Keempatnya adalah sastra lisan dari subsuku Dayak Ot Danum, Kapuas, Ma’anyan, dan Ngaju, yang ditampilkan dalam upacara terkait daur hidup mulai kelahiran hingga kematian,” cerita AF Nahan, yang termasuk tim perekam sastra lisan tatum, proyek Sekretariat Daerah Kalteng ini.

Sesajian

Ada beberapa pengalaman mistis atau tak terjangkau akal yang dilalui AF Nahan dalam tahap pencarian sumber maupun penulisan materi cerita rakyat Kalteng.

Dia pernah harus menyediakan piduduk, yakni sesajian yang memungkinkan tetua dari suatu daerah dapat kembali atau semacam menerawang pada suatu masa berlangsungnya suatu kisah. Ini demi agar penuturan kembali cerita rakyat itu mendekati bentuk yang asli.

”Ini untuk menjaga validitas kisah agar mendekati kenyataan, seperti dituturkan sejak awal,” katanya meyakinkan.

Terkait folklor Dayak, AF Nahan juga meyakini bahwa tidak semua cerita itu bisa dituliskan. Ada hal yang dapat dituliskan, tetapi ada pula hal yang tidak boleh dituliskan. Karena itulah, ia berusaha agar penulisan cerita rakyat Kalteng dapat dikemas dengan kalimat yang pas.

”Tulisan di komputer bisa langsung hilang kalau saya menuliskan hal yang seharusnya tidak boleh dituliskan, atau ketika saya menulis tidak seperti apa adanya. Dua-tiga kali saya mengalami hal seperti itu,” katanya.

Ditambah kemampuannya membaca huruf Arab pegon yang dia pelajari sewaktu menuntut ilmu di sekolah rakyat (sekolah dasar) hingga sekolah menengah atas, AF Nahan pun mampu membaca tulisan yang tertera pada batu-batu, seperti di Kabupaten Murung Raya. Semua informasi itu menjadi materi yang berharga dalam ”proyek” penulisan cerita rakyat Kalteng.

Telik sandi

Pemahaman dan daya jelajah AF Nahan ke berbagai pelosok Kalteng untuk pengumpulan bahan cerita rakyat juga tidak lepas dari pengalamannya mengikuti pelatihan telik sandi dan pertahanan wilayah tahun 1969. Momentum pada masa kerja itu termanfaatkan dan tertuai hasilnya sejak tahun 1999 saat AF Nahan mulai intensif menuliskan cerita rakyat.

Lewat pengalaman telik sandi dan pertahanan, dia menguasai teknik bertanya, mendengarkan, dan menangkap hal-hal yang penting dalam sebuah cerita. ”Orang jadi mau bertutur tentang berbagai cerita rakyat yang diketahuinya. Ini memudahkan saya dalam mengumpulkan informasi.”

Selain cerita rakyat, AF Nahan juga banyak menulis tentang hal ihwal nilai tradisional Dayak, semisal tentang upacara pernikahan adat, makanan tradisional, dan upacara tiwah untuk mengantar roh leluhur. Dia juga pernah menyunting buku tentang busana pengantin daerah Kalteng dan naskah kebudayaan daerah.

Belakangan, dia mencoba membukukan semua cerita rakyat Kalteng yang selama ini telah dia tulis dan kumpulkan. Untuk sementara, dia sudah merangkumnya dalam sebuah master tulisan yang terdiri atas lima buku. Masing-masing buku berisi sekitar 40 cerita.

”Selain yang sudah saya kumpulkan dalam master tulisan, sebenarnya masih banyak cerita lepas yang belum sempat saya bukukan,” katanya.

Kegigihan AF Nahan selama ini telah menghasilkan ratusan cerita rakyat yang telah terdokumentasikan dalam bentuk tulisan. Sayangnya, dia tak punya cukup dana atau sponsor yang mau menerbitkan cerita-cerita rakyat tersebut.

Namun, kesulitan itu tak menyurutkan tekadnya untuk terus berupaya menuliskan cerita rakyat Kalteng. Bagaimanapun, kata AF Nahan, cerita rakyat itu harus terdokumentasikan sebab di sini tersimpan petuah yang baik.

Biodata

Nama: Abdul Fattah Nahan

Lahir: Banjarmasin, 7 April 1948

Pendidikan:

Sekolah Rakyat Negeri Banjarmasin

- SMP Negeri Palangkaraya

- SMA Negeri Palangkaraya

 - Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Palangkaraya

Pekerjaan: Pensiunan Pegawai Negeri Sipil

Istri: Karmela Ilyas (59)

 Anak:

 - Fazia Apriani (31)

- Aisya Haryani (29)

- Muammar Fadhil (28)

 - Raila Samaradziya (23)

Penghargaan: Satyalencana Karya Setia 20 Tahun

Sumber asli dapat dilihat di www.kompas.com 


   

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

Display 3 of 3 comments

ada ga ya AF Nahan junior?...........

By: alilaliansyah () on 27-09-2008 01:52

ada ga ya AF Nahan junior?...........

By: alilaliansyah on 27-09-2008 01:52

pemprop mestinya bikin wadah bernaung bagi para mereka 
yang berjasa seperti Bp AF Nahan. 
ada ga AF Nahan - AF Nahan muda... 
nerusin kreasinya...

 

» Reply to this comment...

kom

By: alilaliansyah () on 27-09-2008 01:45

kom

By: alilaliansyah on 27-09-2008 01:45

ceritanya

 

» Reply to this comment...

Salut pada kegigihan pak Nahan

By: Yanedi Jagau () on 29-07-2008 21:44

Salut pada kegigihan pak Nahan

By: Yanedi Jagau on 29-07-2008 21:44

Saya salut pada kegigihan pak Nahan yang tak kenal lelah belajar.  
Keahlian dan kematangan pak Nahan perlu juga dibagi kepada orang muda agar muncul kader-kader baru yang makin mantap.

 

» Reply to this comment...

Display 3 of 3 comments



Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
627         AJA      
E T    G    4     TTW
F33   LGW   GWF      
  9    6    L E   3Q3
HGH         QLQ      
   
   



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

Pesan untuk Kita

Munduk lelep, mendeng tambukep (Kepepet).

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Koneksi Kalteng.net

Blue Betang
Rumah Kerudung ASSALAM

Ngomong dong, ngomong...

Pesan terakhir:: 2 hari, 7 jam lalu
  • tank : zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz :D
  • tank : oh ulu huma..kueh ketun tuh..benyem ampi..!
  • marthin nob : yang blasteran kapuas boleh gabung kan :)
  • setdamura : Informasi Murung Raya
  • iyung72 : saya perlu informasi tentang dayak culture including spiritual religion just ceriousely
  • Elanghitam_ : bagaimana cara mengirim foto?
  • andreo : halo salam buat anak-anak kalteng.saya darikalimantan barat,
  • rini setiya : Maju terus KALTENG... Tingkatkan trus SDM kita...
  • ajun : selamat hasupa kawan pahari samandiai,akutuh anggota harun,handak kenalan umba pahari samandiai
  • ajun : selamat hasupa kawan pahari samandiai,akutuh anggota harun,handak kenalan umba pahari samandiai

Anda harus login sebelum mengirim pesan di shoutbox!

Login Dulu...






Kata Sandi hilang?